Dalam kesunyian dan gelap…

Dalam kesunyian dan gelap…Image

Dalam tangis dan haru, rindu dalam kalbu, dan debu-debu berderu tanpa ragu, isi hatiku menguraskan sejenak emosi dalam hamparan kosong. Salah ketika benar menjadi ragu, dan benar ketika salah mendengarkan ego yang bergemuruh.  Hanya isi hati yang kosong kemudian menapak ragu, hanya asap rokok yang terbang bercampur dengan udara haru. Pagi tak lagi dingin dan siang tak lagi sejuk, semua bercampur dengan emosi dan keraguan.

Ketika telinga berbicara dan mulut mendengar, lalu tangan terdiam dan hati terus berbisik. Berisiklah kemudian semuanya. Mentari tak lagi tersenyum dan bulan pun tak lagi menggoda untuk dilihat. Bintang enggan berkedip dan embun tak lagi muncul. Elegi hati yang berhenti bergumam, persetan dengan pikiran yang terus bergerak dan memberikan isyarat. Hati adalah aku, aku hidup dengan hati dan hati menghidupiku, setiap langkah dan senyuman.

Skeptis dan apatis, semuanya negatif, apalagi pesimis. Percaya pada sesuatu dan ragu pada sesuatu dalam satu pandangan mata dan qolbu. Meraba dan meresapi setiap langkah yang berjalan mundur kemudian maju dan kemudian berhenti di tengah-tengah.  Pahitnya kopi malam ini.

Menjadi bittersweet itu sulit apalagi menjadi manis sekali. Manusia itu sempurna kata Sang Pencipta. Benarkah demikian? Manusia satu dan lain saling berpandangan menatap curiga dan saling membaca. Dan kemudian tidak ada kesempurnaan sama sekali. Kembali kopi dengan lemak jenuh yang mengenakkan tapi rasanya menipu. Hidup ini seolah tidak ada rasa pahit ketika nyatanya pahit tidak lagi di lidah tapi di hati. Tidak lagi di kerongkongan tapi di dalam pikiran. Hitam dan pahit.

Lidah yang paling jujur ketimbang hati, udel yang paling diam ketimbang mata, mulut dan hidung. Sampah saja tak lagi bau busuk, sampah pun bisa tersenyum lebar ketika semakin banyak sampah dijalan. Wangi itu candu dan candu itu buruk. Wangi itu sombong dan wangi itu hanyalah bagian yang tak tercium lidah. belajar jujur dari lidah kau hati yang membusuk.

Analogikan saja ketika batu saling bertemu dan berbicara soal hati, realitanya hanya air yang tenang yang bisa mengusik hati si batu. Lembut menggores batu, indah dan alami. Dengan tempo yang berirama, dan kadang sangat jelek nadanya. Tak peduli itu ceritanya dan bagaimana batu bisa berpindah-pindah dan membuat wajah yang berupa.

Muak dan gemetar, tak ada lagi semangat..semuanya dilakukan hanya demi memuaskan lidah dan lambung. Hampir habis egoku dan hampir abis sabarku, hampir mati rasaku dan hampir rusak sarafku.  Aku hampir tak merasakan pilu, hanya seperti obat bius yang kapanpun datang dan kemudian hilang begitu saja. Mati rasa saja, tidak membekas. Keras seperti batu, lagi-lagi hanya air yang bisa berbicara pada batu, atau besi yang sangat keras yang bisa menghukum batu.

Entah apapun itu si hati dan lidah berusaha saling mengajari apa itu kejujuran dan apa itu sebuah konsistensi rasa, bolehlah sedikit nikotin dan cafeine berirama dalam nada-nada jelek yang hamba ciptakan karena hanya sampah yang wangi semerbak dan hanya bunga yang berbau busuk. Biarkan air menetes dari mata dan biarkan pucat menapaki wajah. Paniklah tulang yang dalam tubuh ini seolah ingin lepas dari elegi hati yang tak menentu. Tidurlah mulut dan kuping karena kepala ini terasa penuh, maafkan sistem format data hanya bisa diberikan oleh Tuan yang Mulia, sisanya tak punya kuasa atau malah berdosa..kami tak sedang membicarakan pembunuhan atau pengejawantahan atas kesedihan namun inilah apatisme yang akan selalu ada dalam lidah, maaf hati belum bisa merasakan asin dan manis baru pahitnya saja. Senyumlah kau cantik dan lidah berjanji akan memberikan kejujuran pada hati seutuhnya. Demi sebuah arti kata bahagia. Walau terkadang lupa…

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s